W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012
  • Benih Padi Unggul

    line
    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memproduksi sedikitnya 1.000 ton benih padi unggul untuk dibagikan kepada petani pada musim tanam 2013. Benih yang diproduksi sejak 2012 itu sudah lolos uji sehingga sudah bisa dimanfaatkan oleh petani. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Yohanes Tay Ruba mengatakan, benih yang diproduksi tersebut masih jauh dari kebutuhan benih pada 2013 yang mencapai lebih dari 10 ribu ton. Demikian pula, produksi benih jagung unggul yang mencapai 120 ton, sedangkan kebutuhan benih mencapai ribuan ton. "Total benih padi dan jagung yang dibutuhkan mencapai 22.800 ton," ujarnya di Kupang, Senin (11/2). Kekurangan benih ditutup dengan bantuan benih bersubsidi dari pemerintah pusat. Ia mengatakan benih yang diproduksi dan benih bantuan pemerintah pusat dibagikan kepada petani di 21 kabupaten dan kota untuk ditanam pada lahan seluas 1.140 hektare. Menurutnya benih bantuan dan benih hasil produksi tidak cukup untuk dibagikan kepada seluruh petani sehingga petani diminta mengadakan sendiri benih. "Petani juga memproduksi benih dari kebunnya," ujarnya. Pemerintah juga tetap menjaga ketersediaan benih di toko-toko benih sehingga setiap saat benih selalu tersedia dan cukup. Sumber : http://m.metrotvnews.com
    read more
    slider image
  • Penggilingan Padi

    line
    Penggilingan padi memiliki peran yang sangat penting dalam sistem agribisnis padi/perberasan di Indonesia. Peranan ini tercermin dari besarnya jumlah penggilingan padi dan sebarannya yang hampir merata di seluruh daerah sentra produksi padi di Indonesia. Penggilingan padi merupakan pusat pertemuan antara produksi, pasca panen, pengolahan dan pemasaran gabah/beras sehingga merupakan mata rantai penting dalam suplai beras nasional yang dituntut untuk dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan beras, baik dari segi kuantitas maupun kualitas untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Prospek pengembangan usaha penggilingan padi mempunyai harapan yang cukup cerah untuk masa-masa yang akan datang karena kebutuhan akan beras masih cukup tinggi. Jika diasumsikan penduduk Indonesia pada tahun 2008 sekitar 230 juta jiwa dengan kebutuhan beras per kapita sebanyak  85/kg/tahun/orang, maka kebutuhan beras per tahunnya sekitar 19,55 juta ton. Dengan pertumbuhan penduduk sebesar 2% pertahun tentunya hal ini harus diimbangi dengan upaya program peningkatan produksi beras nasional (P2BN) sebasar 2 juta ton pertahun melalui peningkatan luas lahan, produktifitas, perbaikan penanganan pasca panen khususnya usaha penggilingan padi dan pemasaran beras baik di dalam negeri maupun luar negeri (ekspor). Berdasarkan data statistik (BPS) tahun 2000, jumlah penggilingan padi di Indonesia sebanyak 108.512 unit yang terdiri dari 5.133 unit penggilingan padi besar (PPB), 39.425 unit pengilingan padi kecil (PPK), 35.093 unit rice milling unit (RMU), 1.630 unit penggilingan padi engelberg, 14.153 unit mesin huller dan 13.178 unit mesin penyosoh beras. Jumlah ini sekaligus menggambarkan potensi usaha penggilingan padi yang cukup besar. Penggilingan padi yang ada tersebut, telah melayani puluhan juta ton produksi padi petani setiap tahunnya dari kurang lebih 11,5 juta hektar luas lahan padi sawah dan ladang. Namun dilihat dari kenyataan di lapangan, ternyata masih banyak penggilingan padi yang bekerja di bawah kapasitas giling dengan kualitas dan rendemen berasnya yang masih rendah. Hal ini disebabkan karena usaha penggilingan padi yang ada selama ini tidak dilakukan dengan pendekatan sistem agribisnis yang terpadu, teknologi penggilingan padinya yang digunakan masih sederhana, konfigurasi mesinnya hanya terdiri dari husker dan polisher saja dan sudah berumur tua serta belum mempunyai jaringan pemasaran yang luas. Dan di lapangan masih banyak penggilingan padi kecil yang menggunakan sistim kerja ”one pass” atau satu kali proses penyosohan sehingga berdampak kurang baik terhadap kualitas dan rendemen beras yang dihasilkan. Atas dasar hasil inventarisasi data yang telah dilakukan, diperkirakan paling tidak sebanyak 65 % penggilingan padi di Indonesia adalah penggilingan padi kecil (PPK) dan rice milling unit (RMU) yang masih menggunakan sistim kerja one pass. Akhir-akhir ini justru berkembang penggilingan padi ”mobile ” yang menggunakan sistim kerja one pass dan diperkirakan jumlahnya cukup banyak. Berdasarkan keadaan tersebut di atas, maka perlu dilakukan revitalisasi penggilingan padi kecil (PPK) dan rice milling unit (RMU) di Indonesia untuk menekan tingkat susut hasil, meningkatkan rendemen, meningkatkan mutu/ kualitas, nilai tambah dan daya saing beras sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani/gapoktan dan penggilingan padi di perdesaan. Revitalisasi penggilingan padi ini juga perlu dilakukan karena adanya desakan bagi liberalisasi perdagangan dunia, tuntutan masyarakat konsumen yang semakin tinggi terhadap kualitas gabah/beras dan ketersediaan dana pemerintah yang semakin kecil. Dengan upaya revitalisasi penggilingan padi ini diharapkan dapat pula meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha penggilingan padi yang saat ini kita akui bahwa kinerja penggilinan padi kita masih jauh tertinggal dibanding dengan kinerja penggilingan padi di negara berkembang lainnya.
    read more
    slider image
  • Teknologi Mina Padi

    line
    Salah satu optimalisasi potensi lahan sawah irigasi dan peningkatan pendapatan petani adalah dengan merekayasa lahan dengan teknologi tepat guna. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah strategi pertanian dari sistem monokultur ke sistem diversifikasi pertanian, misalnya menerapkan teknologi budidaya Mina Padi. Dengan adanya pemeliharaan ikan di persawahan selain dapat meningkatkan keragaan hasil pertanian dan pendapatan petani juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan air juga dapat mengurangi hama penyakit pada tanaman padi.
    read more

CV. Akdira Kirana adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 2009, bergerak di bidang pertanian.

Kami memberikan perhatian serius pada peningkatan produksi pertanian melalui pemilihan teknologi tepat guna, memberikan pembinaan maksimal dan pelatihan-pelatihan kepada petani, atau melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dan memiliki semangat yang sama dalam memajukan pertanian.

Dalam rangka mencapai tujuan ini, Akdira Kirana terjun langsung ke lapangan sebagai bagian dari pelaku pertanian. Kami melakukan pembibitan padi, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, optimalisasi pasca panen, penggilingan, sampai dengan distribusi hasil panen kepada masyarakat (end user).

Untuk memperoleh hasil yang optimal kami menggunakan teknologi pembibitan yang sudah distandardisasi oleh Departemen Pertanian. Di samping itu kami juga menyediakan tenaga-tenaga terampil dan berkompeten baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Sebagai contoh, kami bekerja sama dengan para penggiat dan penyuluh pertanian yang ada di Kabupaten Subang. Dan dalam waktu yang bersamaan kami juga bergerak bersama pemerintah dari Dinas Pertanian Kabupaten Subang untuk menghasilkan bibit padi unggul yang cocok dengan iklim dan sifat lahan di daerah setempat.

Dalam penyelenggaraan penanaman, pemupukan, pemberantasan hama, dan pemanenan, Akdira Kirana selalu berusaha melakukannya dengan sebaik-baiknya, profesional, dan didukung dengan metode ilmiah (hasil riset) yang sudah terbukti keberhasilannya. Untuk itu, Akdira Kirana membuka diri kepada berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta untuk bekerja sama secara efektif.

Sebagai upaya memaksimalkan manfaat hasil panen maka Akdira Kirana melakukan pemanenan padi dengan teknologi maju berstandard internasional sehingga diperoleh gabah dengan kualitas tinggi, biaya panen yang lebih murah, dan waktu penyelesaian panen 50% lebih singkat.

Penggilingan padi secara modern kami lakukan dalam skala menengah. Dengan kini Akdira Kirana berkomitmen untuk menghasilkan beras yang baik, sehat, dan dengan harga yang lebih terjangkau masyarakat.

home title home title
home title
line
footer
Hak cipta dilindungi. CV. Akdira Kirana @2013